"Indah" itulah "Cinta". Indah dan Cinta tidak dapat secara persis tepat diungkapkan cuma dengan kata2 karena memang kata2 itu sendiri terbatas.
Pancaran sinar mata atau kedipannya dapat menunjukan pesan. Anggukan atau gelangan kepala, acuungan jari atau hembusan nafas, tingkah laku seseorang dikala menunjukan isyarat. Ini kenyataan mahluq. Mudah mengatakan cinta tapi belum tentu cinta. Karena cinta itu harus dengan seluruh komponen dalam raga dan jiwa kita.
Hati,ucapan,tingkah laku,perbuatan serta isyarat. Firman Allah SWT : "Katakan (wahai nabi).Jika kamu mencintai Allah ikutilah aku,maka jika kamu mengikuti ku, Allah aka mencintai kamu.
Mungkinkah kita mencintai seseorang tanpa kenal? mungkinkah kita akan percaya tanpa kenal?Jikalau ada itu mungkin "ngawur" itu bisa jadi karena "latah"atau pengen ikutan ngetrend. KENAL dan CINTA ibarat 2 sisi disatu mata uang. Sedangkan mengikuti (ittiba') adalah penjelmaan dan buktin CINTA.
Abdullah ibn Mubarrak mengungkapkan:
"kau mengaku cinta drngan Tuhanmu, padahal kau durhaka kepada Nya. Alangkah naifnya dirimu. Jika cintamu tulus suci, niscaya kamu taat kepada Nya. Karena seseorang yang mencintai kekasihnya akan menuruti segala keinginannya."
Mungkinkah cinta kepada Allah tanpa cinta kepada Rosululloh?? Tanpa kenal Rosululloh SAW ,tanpa melaksanakan tuntunan-tuntunan Beliau??
Allohummarzuqnaa kamlal muta'aba'ati lahu dhohiron wabathinan fi afiayatiwa selamatin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar